|
Sakit Saat Buang Air Kecil dan Keluar Cairan Seperti Nanah |
|
Dear Dokter Mulyadi
Saya merasakan sakit pada saat buang air kecil dan keluar seperti cairan nanah. Saya mohon penjelasannya dan apa obatnya supaya bisa sembuh? Terima kasih
 |
Jawaban Dari : Dr Mulyadi Tedjapranata |
Dear Y di Bandung
Gonore (GO) adalah penyakit Menular Seksual yang paling sering terjdi dan paling mudah terjadi. Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan secara langsung dari seseorang ke orang lain melalui kontak seks. Namun penyakit gonore ini dapat juga ditularkan melalui ciuman atau kontak badan yang dekat. Kuman patogen tertentu yang mudah menular dapat ditularkan melalui makanan, transfusi darah, alat suntik yang digunakan untuk obat bius.
Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi. gejala awal biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra, yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis.
Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing. Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari, sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi berupa peradangan pada alat kelamin. Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih, yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas.
Lubang penis tampak merah dan membengkak. GO diobati dengan antibiotik. Dianjurkan untuk mengkonsumsi antibiotik dengan lama dan dosis sesuai dengan anjuran dokter, untuk menghindari timbulnya kekebalan bakteri GO terhadap antibiotik. Hal ini penting diingat, karena ada anggapan salah yang berkembang di masyarakat yaitu cukup mengkonsumsi antibiotik satu atau dua butir saja, bahkan sebelum melakukan hubungan seksual berisiko tinggi.
Pencegahan infeksi GO adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan, menghindari hubungan seksual dengan pasangan berisiko tinggi misalnya PSK, menggunakan kondom, serta menghindari seks oral. Perlu diingat bahwa GO sangat menular dan seringkali seseorang tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menjadi sumber penularan.
Jika telah terkena GO, hindari melakukan hubungan seksual sebelum GO berhasil disembuhkan dengan antibiotik. Jika terkena GO, bukan berarti anda telah kebal dengan penyakit tersebut. Anda dapat terkena GO lagi lain kali jika berhubungan dengan orang yang terinfeksi. Jika anda terkena GO, maka pasangan seksual anda (istri atau suami anda) harus diperiksakan ke dokter untuk menyingkirkan adanya infeksi GO tersembunyi.
Saran saya konsultasi ke dokter Spesialis Kulit dan Kelamin agar mendapat pengobatan yang adekuat.
Warm regards
Mulyadi Tedjapranata.MD
|
|
Dear Dokter Mulyadi
Sebelum ini, saya mengalami keputihan secara normal yang bewarna putih. Tetapi dalam seminggu ini keputihan saya bertukar menjadi warna coklat. Tetapi tidak berbau dan keluar hanya sedikit, tetapi saya merasa bimbang. Apakah saya terkena jangkitan di bahagian servik? atau mungkin disebabkan saya melakukan aktiviti bersukan kebelakangan ini. Saya baru sahaja habis haid 2 minggu lepas., harap dokter dapat membantu. Terima kasih.
 |
Jawaban Dari : Dr Mulyadi Tedjapranata |
Dear S.S di Kuala Lumpur
Masalah keputihan sering terjadi pada wanita dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Kebanyakan wanita menghasilkan lendir pada pertengahan siklus haid, yaitu kurang lebih dua minggu setelah haid selesai. Ini bertepatan dengan waktu ovulasi (pengeluaran telur) dari ovari ( Indung Telur ). Hal ini dapat menyebabkan vagina sedikit lembab dan kondisi ini tergantung dari banyaknya jumlah hormon estrogen yang dikeluarkan.
Pengguna alat IUD juga lebih rentan terhadap keputihan dan menyebabkan cervical erosion dan merasa ‘basah’. Sewaktu wanita terangsang secara sexual dan waktu selesai hubungan kelamin juga didapatkan cairan vagina yang keluar. Keadaan yang sama dapat juga terjadi ketika menghadapi tekanan perasaan (stress). Wanita yang mengidap kencing manis lebih sering mengalami masalah ini. Keputihan juga dapat terjadi bila vagina terpapar bahan-bahan seperti spermicida, pewangi dsb.
Pria juga dapat mengalami “ Keputihan “.Mempengaruhi kemesraan hubungan seks. Pengeluaran cairan ini adalah hal yang normal dalam beberapa keadaan. Biasanya cairan tersebut agak jernih (atau sedikit putih), lembut (licin) dan tidak berbau. Cairan ini berubah warna menjadi sedikit kuning bila terpapar kepada udara atau bila ia kering. Sebenarnya keadaan ini menyebabkan vagina “sehat” dan berupaya mempertahankan keasaman vagina.
Keputihan ( Discharge ) yang tidak normal Tanda yang mudah dilihat untuk menentukan cairan vagina yang tidak normal ialah dengan adanya perubahan pada warna, jumlah dan bau cairan tersebut. Ia juga menyebabkan rasa gatal yang amat sangat, di samping vagina menjadi merah, rasa pedih atau rasa terbakar sewaktu kencing dsb.Penyebab utama keputihan adalah kuman bakteri, parasit atau jamur.
Infeksi Jamur Candida Adalah masalah keputihan yang paling sering terjadi, disebabkan oleh sejenis jamur yang disebut Candida seperti Candida albicans. Cairan yang dikeluarkan adalah pekat berwarna putih. Penderita akan mengalami gatal di vagina di samping menghadapi masalah tidak nyaman sewaktu buang air kecil atau sewaktu mengadakan hubungan intim.
Jamur ini memang secara normal ada dalam vagina tetapi ia tidak menyebabkan masalah apa-apa. Hal ini disebabkan oleh karena pertumbuhannya di”saingi” oleh bakteri yang juga menduduki tempat yang sama sehingga terjadi “Keseimbangan”.Masalah akan mulai timbul bila minum antibiotik yang membunuh bakteria tetapi tidak membunuh jamur atau pencucian vagina dengan bahan-bahan yang menyebabkan bakteri mati secara berlebihan. Hal ini menyebabkan jamur tersebut berkembang dengan cepat karena tidak ada lagi saingannya. Obat yang digunakan adalah anti jamur yang dapat di minum ( oral ) atau obat bentuk ovula yang dimasukkan kedalam vagina ( suppositoria ). Obat ovula ini dimasukkan dalam vagina sedalam mungkin dan digunakan sebelum tidur.
Infeksi bakteri seperti Gardnerella Sama seperti Infeksi jamur tetapi discharge biasanya berwarna putih atau kekuningan dan berbau seperti bau ikan. Penggunaan antibiotik baik secara oral ataupun ovoid dapat digunakan.
Infeksi Penyakit Menular Seksual Infeksi yang disebabkan oleh hubungan kelamin memerlukan perawatan yang perlu dilakukan kepada kedua pasangan, baik pasangan tersebut menunjukkan tanda-tanda infeksi atau tidak. Penyakit ini bila tidak mendapatkan penanganan yang segera dan baik dapat menyebabkan infeksi pada saluran kencing dan juga kemandulan. Penyebabnya antara lain infeksi parasit Trichomonas, Chlamydia, virus Herpes dan bakteria Gonorrhoea. Trichomonas dan Chlamydia menyebabkan rasa gatal dan pedih. Selain itu discharge tidak berwarna tetapi berbau busuk. Infeksi kuman Gonorrhoea juga menyebabkan discharge yang berwarna kehijauan ataupun gelap.
Langkah-langkah Pencegahan
- Kebersihan diri hendaklah diutamakan. Basuh tangan sebelum dan setelah menyentuh alat kelamin.
- Setelah buang air besar, bersihkan dari bagian depan ke belakang, agar kuman dari belakang tidak berpindah ke vagina.
- Penggunaan vaginal douche seperti Lactacyd dsb. boleh dilakukan untuk memastikan kebersihan vagina. Penggunaan yang terlalu sering tidak dianjurkan karena dapat membunuh ‘bakteria baik’ yang ada di vagina. Douching tidak dianjurkan selama hamil.
- Dianjurkan untuk memakai celana dalam yang baik sirkulasi udaranya (katun 100%) serta ganti celana dalam dengan teratur. Bisa juga memakai pembalut khusus untuk ini, yang biasa disebut panty liner, namun ingat untuk sering menggantinya.
- Apabila terasa gatal, hindari pemakaian sabun, tetapi cuci dengan bersih memakai air hangat. Meski rasa gatal sangat kuat, hindari mencuci sampai bagian dalam vagina, karena ini akan menghilangkan bakteri yang berguna sehingga akan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang memiliki efek negatif atau jamur. Jadi cukup cuci dan siram dengan air hangat bagian luar saja.
Perlu Waspada Lebih Lanjut Bila :
- Discharge disertai dengan rasa sakit perut. Kemungkinan PID (pelvic inflammatory disease) perlu ditentukan.
- Terjadi pada anak yang belum akil baligh.
- Tidak pulih dalam waktu 2 minggu, atau ia menjadi semakin berat.
- Dicurigainya penyakit kelamin.
- Pemakai IUD, karena ada risiko infeksi kuman.
- Ada darah sewaktu buang air kencing.
- Kemungkinan Discharge Keganasan ( Kanker Mulut Rahim ).
- Wanita yang sudah menopause mengalami kekeringan vagina. Epitel vagina menjadi lebih tipis dan lembut, menyebabkannya cenderung terjadi masalah seperti luka dsb. Hal ini terjadi karena perubahan hormon di dalam tubuh mereka. Keputihan yang terjadi dipanggil atrophic vaginitis. HRT ( Terapi Sulih Hormon ) mungkin diperlukan
Agar masalah keputihan ini tidak berkelanjutan, lebih baik di konsultasikan ke dokter Anda.
Warm regards
Mulyadi Tedjapranata.MD
|
|
Agar Hb Tetap Normal, Makanan Apa yang Harus di Konsumsi? |
|
Dear Dokter Mulyadi
Saya ingin bertanya. Hemoglobin (Hb) saya pernah rendah, agar Hb saya tetap normal, saya harus mengkonsumsi makanan seperti apa ya dok? Mohon informasinya, terima kasih.
 |
Jawaban Dari : Dr Mulyadi Tedjapranata |
Dear I.K di Bekasi
Kadar Hb yang rendah kita sebut sebagai “anemia”. Anemia Karena Kekurangan Zat Besi adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pengangkut oksigen) dalam sel darah berada dibawah normal, yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Beberapa zat gizi diperlukan dalam pembentukan sel darah merah.
Yang paling penting adalah zat besi, vitamin B12 dan asam folat; tetapi tubuh juga memerlukan sejumlah kecil vitamin C, riboflavin dan tembaga serta keseimbangan hormon, terutama eritropoietin (hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah). Tanpa zat gizi dan hormon tersebut, pembentukan sel darah merah akan berjalan lambat dan tidak mencukupi, dan selnya bisa memiliki kelainan bentuk dan tidak mampu mengangkut oksigen sebagaimana mestinya.
Penyakit kronik juga bisa menyebabkan berkurangnya pembentukan sel darah merah. Asupan normal zat besi biasanya tidak dapat menggantikan kehilangan zat besi karena perdarahan kronik dan tubuh hanya memiliki sejumlah kecil cadangan zat besi. Sebagai akibatnya, kehilangan zat besi harus digantikan dengan tambahan zat besi. Janin yang sedang berkembang menggunakan zat besi, karena itu wanita hamil juga memerlukan tambahan zat besi.
Makanan rata-rata mengandung sekitar 6 mgram zat besi setiap 1.000 kalori, sehingga rata-rata orang mengkonsumsi zat besi sekitar 10-12 mgram/hari. Sumber yang paling baik adalah daging. Serat sayuran, fosfat, kulit padi (bekatul) dan antasid mengurangi penyerapan zat besi dengan cara mengikatnya.
Vitamin C merupakan satu-satunya unsur makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Tubuh menyerap sekitar 1-2 mgram zat besi dari makanan setiap harinya, yang secara kasar sama degnan jumlah zat besi yang dibuang dari tubuh setiap harinya. Tubuh mendaur ulang zat besi, yaitu ketika sel darah merah mati, zat besi di dalamnya dikembalikan ke sumsum tulang untuk digunakan kembali oleh sel darah merah yang baru.
Jenis makanan sehari- hari yang dianjurkan untuk meningkatkan Hb adalah sumber hewani seperti daging, liver, marus/darah, juga kacang- kacangan dan sayur berwarna hijau tua. Buah- buahan dengan kadar vitamin C tinggi seperti jeruk dan pisang dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
Tetapi pemeriksaan yang paling sensitif untuk kekurangan zat besi adalah pengukuran kadar ferritin (protein yang menampung zat besi). Kadar ferritin yang rendah menunjukkan kekurangan zat besi. Tetapi kadang kadar ferritin normal atau tinggi walaupun terdapat kekurangan zat besi karena feritin kadarnya bisa meningkat pada kerusakan hati, peradangan, infeksi atau kanker. Kadang diperlukan pemeriksaan yang lebih memuaskan untuk menegakkan diagnosis. Pemeriksan yang paling khusus adalah pemeriksaan sumsum tulang, dimana contoh dari sel diperiksa dibawah mikroskop untuk menentukan kandungan zat besinya.
Tubuh kehilangan sejumlah besar zat besi hanya ketika sel darah merah hilang karena perdarahan dan menyebabkan kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab terbanyak dari anemia dan satu-satunya penyebab kekurangan zat besi pada dewasa adalah perdarahan.
Makanan yang mengandung sedikit zat besi bisa menyebabkan kekurangan pada bayi dan anak kecil, yang memerlukan lebih banyak zat besi untuk pertumbuhannya.
Pada pria dan wanit pasca menopause, kekurangan zat besi biasanya menunjukkan adanya perdarahan pada saluran pencernaan. Pada wanita pre-menopause, kekurangn zat besi bisa disebabkan oleh perdarahan menstruasi bulanan. Pemeriksaan darah digunakan untuk mendiagnosis anemia. Biasanya penderita anemia diperiksa untuk mengetahui kekurangan zat besi. Kadar zat besi bisa diukur dalam darah. Kadar zat besi dan transferin (protein pengangkut zat besi yang berada diluar sel darah merah) diukur dan dibandingkan. Jika kurang dari 10% transferin yang terisi dengan zat besi, maka kemungkinan terjadi kekurangan zat besi. Upaya pengobatan berupa:Langkah pertama adalah menentukan sumber dan menghentikan perdarahan, karena perdarahan merupakan penyebab paling sering dari kekurangan zat besi.
Mungkin diperlukan obat-obatan atau pembedahan untuk:
- mengendalikan perdarahan menstruasi yang sangat banyak
- memperbaiki tukak yang mengalami perdarahan
- mengangkat polip dari usus besar
- mengatasi perdarahan dari ginjal.
Biasanya juga diberikan tambahan zat besi. Sebagian besar tablet zat besi mengandung ferosulfat, besi glukonat atau suatu polisakarida. Tablet besi akan diserap dengan maksimal jika diminum 30 menit sebelum makan. Biasanya cukup diberikan 1 tablet/hari, kadang diperlukan 2 tablet. Kemampuan usus untuk menyerap zat besi adalah terbatas, karena itu pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar adalah sia-sia dan kemungkinan akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit. Zat besi hampir selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam, dan ini adalah efek samping yang normal dan tidak berbahaya.
Biasanya diperlukan waktu 3-6 minggu untuk memperbaiki anemia karena kekurangan zat besi, meskipun perdarahan telah berhenti. Jika anemia sudah berhasil diperbaiki, penderita harus melanjutkan minum tablet besi selama 6 bulan untuk mengembalikan cadangan tubuh. Pemeriksaan darah biasanya dilakukan secara rutin untuk meyakinkan bahwa pasokan zat besi mencukupi dan perdarahan telah berhenti. Kadang zat besi harus diberikan melalui suntikan. Hal ini dilakukan pada penderita yang tidak dapat mentoleransi tablet besi atau penderita yang terus menerus kehilangan sejumlah besar darah karena perdarahan yang berkelanjutan. Waktu penyembuhan dari anemia yang diobati dengan tablet besi maupun suntikan adalah sama.
Warm regards
Mulyadi Tedjapranata.MD
|
|