|
Dear Dokter Mulyadi
Dada saya sering berdebar-debar dan kepala pusing. Saya sudah rontgen paru-paru, Ekg dan echo jantung. Alhamdulillah bagus. Test darah tyroid dan darah lengkap, bagus juga. Tetapi saya mengalami dada berdebar-debar, susah nafas dan sakit kepala. Ada apa ya dok? Mohon bantuannya, terima kasih.
 |
Jawaban Dari : Dr Mulyadi Tedjapranata |
Dear N di Jakarta
Semua gejala yang Anda alami, dari sudut kedokteran secara fisik, tidak ada gangguan, tetapi secara psikis terganggu sehingga memerlukan penanganan psikiatri yang holistik. Dari gejala panik yang terjadi berupa jantung berdebar-debar merupakan simbol dari permasalahan yang Anda alami. Kemungkinan hal ini erat hubungannya dengan orang yang Anda cintai atau hal-hal yang menentukan kehidupan atau karier Anda. Oleh karena itu, untuk mengatasi keadaan ini yang terbaik adalah sbb:
- Untuk sementara, minum obat penenang agar Anda bisa melihat masalah dengan objektif.
- Menemukan penyebab berdebar-debar mungkin akibat cemas ini dan mengatasinya dengan psikoterapi.
- Kalau ingin keadaan ini berlangsung singkat, perlu dilakukan hipnoterapi spiritual untuk mengubah arti dari penyebab gangguan ini yang dilakukan di alam bawah sadar penderita.
- Berani menghadapi setiap gangguan kecemasan yang muncul berikutnya. Harus berani menghadapi kenyataan dan tidak pernah lelah untuk menghadapinya.
- Mengatasi gangguan kecemasan ini memerlukan kesabaran dan keberanian untuk menghadapinya.
- Usahakan bekerja seperti semula sehingga di dalam mengatasi gangguan tidak dalam situasi kehidupan yang berbeda.
Dalam perjalanan hidup Anda, gangguan ini sewaktu-waktu akan muncul, namun Anda tidak mencemaskan atau menakutkan keadaan itu. Anda tahu gejala itu muncul, namun Anda tidak terpengaruh oleh gangguan itu. Akhirnya, gangguan itu jarang muncul sampai akhirnya gejalanya hilang. Pada saat itulah Anda merasa bebas, merasa berhasil, dan merasa mampu mengendalikan diri. Akhirnya Anda akan percaya apa yang Anda alami adalah masalah kejiwaan, bukan masalah black-magic, guna-guna, atau karena orang lain merasa iri dengan keberhasilan Anda. Kalau Anda percaya bahwa kebesaran Tuhan di atas segalanya dan mau berusaha, Tuhan tentu memberikan yang terbaik pada umatnya. Yang lewat biarlah lewat, sebagai dasar untuk tidak menoleh ke belakang lagi. Yang akan datang biarkan dalam rencana.
Warm regards
Mulyadi Tedjapranata.MD
|