|
Dear Dokter Mulyadi
Ayah saya divonis gagal ginjal 3 bulan yang lalu. Kreatinin beliau awalnya 16, sempat masuk Rumah Sakit 2x dan sudah cuci darah 8x. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan yang berarti. Kreatinin masih saja tinggi. Bahkan setelah cuci darah 2x dan sebelum masuk RS yang kedua kreatininnya sempat di angka 25. Hebatnya beliau tidak merasakan sakit apa-apa. Ayah saya masih tetap beraktivitas seperti biasa. Hanya kaki, tangan, dan wajahnya bengkak. Saat ini Hb nya turun jadi 7,5g/dl hingga harus transfusi darah.
Kami sudah memeriksakan ke beberapa dokter untuk mencari second opinion, dan pendapat dari dokter tersebut berbeda-beda. Terakhir kali ayah saya periksa, malah katanya ada kista diginjal kirinya dan ginjal kanannya membengkak.
Terus terang kami bingung dengan keadaan ini. Karena vonis penyakit yang begitu mengerikan dan pengobatan sudah dilakukan tapi belum ada perubahan yang berarti. Yang mengherankan kami juga karena ayah saya tidak terlihat seperti orang sakit. Tubuhnya masih bugar, tidak sakit pinggang seperti pengidap penyakit ginjal lainnya.
Pertanyaan saya, kepada dokter apa kami harus periksa untuk mengetahui apa sebenarnya penyakit ayah saya? Dan apa yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar kreatinin ayah saya. Terima kasih
 |
Jawaban Dari : Dr Mulyadi Tedjapranata |
Dear S.R di Solo
Gagal ginjal kronik adalah kerusakan ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan, berdasarkan kelainan patologis atau petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria. Jika tidak ada tanda kerusakan ginjal, diagnosis penyakit ginjal kronik ditegakkan jika nilai laju filtrasi glomerulus (GFR)kurang dari 60 ml/menit/1,73m².
Untuk membuat diagnose Gagal Ginjal Kronik (GGK)tentu seorang dokter akan melihat secara menyeluruh baik anamnese,fisik diagnostic,pemeriksaan penunjang laboratorium,Roentgen,USG,Ct-sacn bahkan MRI.Pada gagal ginjal kronik pemeriksaan lab utama adalah ureum,uerum merupakan hasil perombakan protein diusu menjadi asam amino.asam amino mengalami deaminase oelh hati menjadi amoniak yang diubah menjadi ureum dan diesekresi lewat ginjal.Kadar normal 19-44mg/dl pada pria,15-40 mg/dlpada wanita.
Kreatinin,kreatinin adalah hasil katabolisme protein otot yang berasal dari keratin fosfat.Kreatinin difiltrasi oleh glomerulus ginjal,disekresi oleh tubuli dan diekskresi ke dalam urin.Oleh karena ity kadar kreatinin dipengaruhi oleh fungsi ginjal dan masa otot..Kadar normalpria 0,70-1,30 mg/dl,wanita 0,60-1,10 mg/dl,uric acid,Cystatin C dan GFR.Bila criteria terpenuhi maka seorang dinyatakan GGK.
Pada pasien Gagal Ginjal Kronik selalu terjadi anemia,oleh karenanya ada beberapa upaya untuk mengatasinya:
- Bila ada perdarahan akut sehingga HB hanya 5 gr%,maka diberikan transfusi darah,itupun harus dalam kontrole yang ketat oleh dokter Nephrolognya.
- Diberikan obat-obatan untuk meningkatkan hemoglobin secara oral,infusion dll.
- Pilihan ketiga adalah diberikan EPO(eritropoetin) .
Range kadar EPO plasma berkisar 0,01-0,03 unit/mL dan meningkat hingga 100-1000 kali selama hipoksia atau anemia. Sementara pada pasien gagal ginjal kronis produksi eritropoietin terganggu, sehingga terjadi defisiensi EPO yang bisa menjelma jadi kausal utama dari anemia pada pasien ini.
Selama ini, kondisi anemia akibat gagal ginjal kronis ditangani dengan transfusi sel darah merah. Meski mampu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam waktu singkat, namun pengulangan transfusi bisa menimbulkan berbagai masalah baru. Misalnya saja, menumpuknya zat besi, berkembangnya antibodi tertentu, dan terbukanya kemungkinan infeksi virus. Kehadiran EPO sebagai agen terapi, memberi angin segar dan memperkaya khazanah dalam pengobatan anemia pada pasien ini.
Beberapa studi, termasuk yang dilakukan oleh Eschbach JW (NEJM. 1987;316:73-78) dan Egrie JC (Pediatr Nephrol. 1993;7:61-64), membuktikan EPO bisa menstimulasi eritropoiesis pada pasien anemia dengan gagal ginjal kronis, baik yang menjalani dialisis maupun tidak. Untukmenurunkan kadar kreatinin maka diberikan diet rendah protein ,tinggi kalori.
Konsultasi dengan dokter nephrology harus tetap dilakukan.
Warm regards
Mulyadi Tedjapranata.MD
|