Ask the Expert

 
Home > Ask the Expert > Ada Kista di Ginjal Kiri dan Ginjal Kanan Membengkak
PENTING! Saran dan informasi yang diberikan oleh para tim ahli kami merupakan saran singkat untuk membantu Anda dan tidak dimaksudkan sebagai anjuran tindakan medis. Bila Anda memerlukan tindakan medis, maka kami anjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis yang lebih menyeluruh.

Apabila Anda memiliki pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan, anda dapat bertanya kepada Tim ahli kami. Silahkan isi formulir berikut dan Tim ahli akan memberikan masukan untuk pertanyaan anda.

Team ahli kami

Dr. Mulyadi Tedjapranata

THE BEST DOCTOR OF THE YEAR 2008 (ASEAN ACHIEVEMENT AWARDING)
 
Inspirasisehat Careline

Perlu bantuan akan masalah-masalah kesehatan Anda? Layanan pelanggan kami
selalu siap untuk membantu, silahkan isi form pertanyaan di bawah.

Kirim Pertanyaan Anda :

Nama Lengkap:
Kota:
Pekerjaan:
Alamat Email:
Usia:
Jenis Kelamin:
No. Telp:
Subjek Email:
Pertanyaan:


Bila Anda tidak yakin pada siapa harus bertanya, jangan khawatir. Cantumkan "lainnya" pada subjek email dan kami akan menjawab pertanyaan Anda.

Ada Kista di Ginjal Kiri dan Ginjal Kanan Membengkak

Dear Dokter Mulyadi

Ayah saya divonis gagal ginjal 3 bulan yang lalu. Kreatinin beliau awalnya 16, sempat masuk Rumah Sakit 2x dan sudah cuci darah 8x. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan yang berarti. Kreatinin masih saja tinggi. Bahkan setelah cuci darah 2x dan sebelum masuk RS yang kedua kreatininnya sempat di angka 25. Hebatnya beliau tidak merasakan sakit apa-apa. Ayah saya masih tetap beraktivitas seperti biasa. Hanya kaki, tangan, dan wajahnya bengkak.  Saat ini Hb nya turun jadi 7,5g/dl hingga harus transfusi darah.

Kami sudah memeriksakan ke beberapa dokter untuk mencari second opinion, dan pendapat dari dokter tersebut berbeda-beda. Terakhir kali ayah saya periksa, malah katanya ada kista diginjal kirinya dan ginjal kanannya membengkak.

Terus terang kami bingung dengan keadaan ini. Karena vonis penyakit yang begitu mengerikan dan pengobatan sudah dilakukan tapi belum ada perubahan yang berarti. Yang mengherankan kami juga karena ayah saya tidak terlihat seperti orang sakit. Tubuhnya masih bugar, tidak sakit pinggang seperti pengidap penyakit ginjal lainnya.

Pertanyaan saya, kepada dokter apa kami harus periksa untuk mengetahui apa sebenarnya penyakit ayah saya? Dan apa yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar kreatinin ayah saya. Terima kasih

 


 

Jawaban Dari :
Dr Mulyadi Tedjapranata


Dear S.R di Solo

Gagal ginjal kronik adalah kerusakan ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan, berdasarkan kelainan patologis atau petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria. Jika tidak ada tanda kerusakan ginjal, diagnosis penyakit ginjal kronik ditegakkan jika nilai laju filtrasi glomerulus (GFR)kurang dari 60 ml/menit/1,73m².

Untuk membuat diagnose Gagal Ginjal Kronik (GGK)tentu seorang dokter akan melihat secara menyeluruh baik anamnese,fisik diagnostic,pemeriksaan penunjang  laboratorium,Roentgen,USG,Ct-sacn bahkan MRI.Pada gagal ginjal kronik pemeriksaan lab utama adalah ureum,uerum merupakan hasil perombakan protein diusu menjadi asam amino.asam amino mengalami deaminase oelh hati menjadi amoniak yang diubah menjadi ureum dan diesekresi lewat ginjal.Kadar normal 19-44mg/dl pada pria,15-40 mg/dlpada wanita.

Kreatinin,kreatinin adalah hasil katabolisme protein otot yang berasal dari keratin fosfat.Kreatinin difiltrasi oleh glomerulus ginjal,disekresi oleh tubuli dan diekskresi ke dalam urin.Oleh karena ity kadar kreatinin dipengaruhi oleh fungsi ginjal dan masa otot..Kadar normalpria 0,70-1,30 mg/dl,wanita 0,60-1,10 mg/dl,uric acid,Cystatin C dan GFR.Bila criteria terpenuhi maka seorang dinyatakan GGK.


Pada pasien Gagal Ginjal Kronik selalu terjadi anemia,oleh karenanya ada beberapa upaya untuk mengatasinya:

  1. Bila ada perdarahan akut sehingga HB hanya 5 gr%,maka diberikan transfusi darah,itupun harus dalam kontrole yang ketat oleh dokter Nephrolognya.
  2. Diberikan obat-obatan untuk meningkatkan hemoglobin secara oral,infusion dll.
  3. Pilihan ketiga adalah diberikan EPO(eritropoetin) .


Range kadar EPO plasma berkisar 0,01-0,03 unit/mL dan meningkat hingga 100-1000 kali selama hipoksia atau anemia. Sementara pada pasien gagal ginjal kronis produksi eritropoietin terganggu, sehingga terjadi defisiensi EPO yang bisa menjelma jadi kausal utama dari anemia pada pasien ini.

Selama ini, kondisi anemia akibat gagal ginjal kronis ditangani dengan transfusi sel darah merah. Meski mampu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam waktu singkat, namun pengulangan transfusi bisa menimbulkan berbagai masalah baru. Misalnya saja, menumpuknya zat besi, berkembangnya antibodi tertentu, dan terbukanya kemungkinan infeksi virus. Kehadiran EPO sebagai agen terapi, memberi angin segar dan memperkaya khazanah dalam pengobatan anemia pada pasien ini.

Beberapa studi, termasuk yang dilakukan oleh Eschbach JW (NEJM. 1987;316:73-78) dan  Egrie JC (Pediatr Nephrol. 1993;7:61-64), membuktikan EPO bisa menstimulasi eritropoiesis pada pasien anemia dengan gagal ginjal kronis, baik yang menjalani dialisis maupun tidak. Untukmenurunkan kadar kreatinin maka diberikan diet rendah protein ,tinggi kalori.

Konsultasi dengan dokter nephrology harus tetap dilakukan.


Warm regards

Mulyadi Tedjapranata.MD  

 


blog comments powered by Disqus
 
<< Kembali ke Index Ask the Expert

Banner

Banner

Banner
Follow Us on
Share |