Ask the Expert

 
Home > Ask the Expert > Cara Meningkatkan Hb Pada Vegetarian
PENTING! Saran dan informasi yang diberikan oleh para tim ahli kami merupakan saran singkat untuk membantu Anda dan tidak dimaksudkan sebagai anjuran tindakan medis. Bila Anda memerlukan tindakan medis, maka kami anjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis yang lebih menyeluruh.

Apabila Anda memiliki pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan, anda dapat bertanya kepada Tim ahli kami. Silahkan isi formulir berikut dan Tim ahli akan memberikan masukan untuk pertanyaan anda.

Team ahli kami

Dr. Mulyadi Tedjapranata

THE BEST DOCTOR OF THE YEAR 2008 (ASEAN ACHIEVEMENT AWARDING)
 
Inspirasisehat Careline

Perlu bantuan akan masalah-masalah kesehatan Anda? Layanan pelanggan kami
selalu siap untuk membantu, silahkan isi form pertanyaan di bawah.

Kirim Pertanyaan Anda :

Nama Lengkap:
Kota:
Pekerjaan:
Alamat Email:
Usia:
Jenis Kelamin:
No. Telp:
Subjek Email:
Pertanyaan:


Bila Anda tidak yakin pada siapa harus bertanya, jangan khawatir. Cantumkan "lainnya" pada subjek email dan kami akan menjawab pertanyaan Anda.

Cara Meningkatkan Hb Pada Vegetarian

Dear Dokter Mulyadi

Cewek saya teridap penyakit kekurangan Hemoglobin (Hb). Pertanyaan saya, bagaimana caranya meningkatkan Hemoglobin (Hb)? Makanan Vegetarian apa saja yang dapat menaikkan Hemoglobin?. Mohon informasinya, terima kasih.

 


 

Jawaban Dari :
Dr Mulyadi Tedjapranata


Dear C.S di Malang

Menjalani gaya hidup vegetarian tak harus menjadikan Anda anemia atau mengalami defisiensi zat gizi. Dengan kombinasi makanan yang tepat, Anda dapat menyerap zat gizi lebih banyak.

Besi merupakan elemen nutrisi esensial yang diperlukan oleh tubuh kita. Besi merupakan unsur utama hemoglobin, sehingga kekurangan zat yang satu ini akan menyebabkan seseorang jatuh pada kondisi anemia.

Besi dalam makanan tersedia dalam dua bentuk, yaitu heme dan non-heme. Besi dalam bentuk heme mencakup 40% besi dalam makanan hewani, seperti daging merah, daging unggas, dan ikan. Besi jenis ini lebih mudah diserap oleh tubuh. Besi dalam bentuk non-heme mencakup 60% besi dalam makanan hewani dan merupakan jenis besi yang terdapat dalam sumber makanan nabati. Besi jenis ini lebih sulit diserap oleh tubuh.

Jika seluruh besi dalam sumber makanan nabati adalah besi dalam bentuk yang sulit diserap, bagaimana dengan para vegetarian? Apakah dengan demikian mereka akan jatuh pada anemia defisiensi besi? Ternyata survey menunjukkan bahwa angka kejadian anemia pada vegetarian dan non-vegetarian tidak berbeda bermakna.

Ternyata, makanan vegetarian yaitu sayur-mayur mengandung kadar besi yang tinggi. Beberapa sayuran seperti brokoli dan bok choy selain mengandung tinggi zat besi, juga mengandung vitamin C yang membantu penyerapan besi. Kombinasi masakan kacang-kacangan dan tomat atau tahu dan brokoli juga dapat meningkatkan penyerapan besi oleh tubuh.


Berikut beberapa tips untuk menghindari defisiensi besi pada vegetarian:

  1. Makanlah dengan seimbang. Makan sayuran dalam jumlah banyak akan menjauhkan para vegetarian dari defisiensi besi dan juga asam folat. Sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan merupakan sumber zat besi dan folat yang sangat baik. Jika jumlah besi dalam suatu makanan dinyatakan dalam miligram per kalori, maka Anda perlu makan 1700 kalori steak sirloin untuk mendapatkan zat besi sejumlah yang terdapat pada 100 kalori bayam.
  2. Makanlah makanan yang tinggi zat besi bersamaan dengan yang mengandung tinggi vitamin C. Viamin C dapat meningkatkan penyerapan besi non-heme sampai 6 kali lipat.
  3. Hindarilah teh, kopi, dan suplemen yang mengandung kalsium saat Anda makan tinggi zat besi. Ketiganya dapat mengganggu penyerapan besi dalam saluran pencernaan Anda. Oleh karena itu, Anda dapat memberi jarak 3-4 jam sebelum atau sesudah makan makanan yang tinggi zat besi.


Referensi:

  1. Haddad EH, Berk LS, Kettering JD, Hubbard RW, Peters WR. Dietary intake and biochemical, hematologic, and immune status of vegans compared with nonvegetarians. Am J Clin Nutr 1999;70(suppl):586S-93S.
  2. Bothwell TH, Charlton RW, Cook JD, Finch CA. Iron Metabolism in Man. St. Louis: Oxford: Blackwell Scientific, 1979.



Warm regards

Mulyadi Tedjapranata.MD

   


blog comments powered by Disqus
 
<< Kembali ke Index Ask the Expert

Banner

Banner

Banner
Follow Us on
Share |