Ask the Expert

 
Home > Ask the Expert > Makanan Apa yang Bisa Untuk Meningkatkan Kadar Hb
PENTING! Saran dan informasi yang diberikan oleh para tim ahli kami merupakan saran singkat untuk membantu Anda dan tidak dimaksudkan sebagai anjuran tindakan medis. Bila Anda memerlukan tindakan medis, maka kami anjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis yang lebih menyeluruh.

Apabila Anda memiliki pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan, anda dapat bertanya kepada Tim ahli kami. Silahkan isi formulir berikut dan Tim ahli akan memberikan masukan untuk pertanyaan anda.

Team ahli kami

Dr. Mulyadi Tedjapranata

THE BEST DOCTOR OF THE YEAR 2008 (ASEAN ACHIEVEMENT AWARDING)
 
Inspirasisehat Careline

Perlu bantuan akan masalah-masalah kesehatan Anda? Layanan pelanggan kami
selalu siap untuk membantu, silahkan isi form pertanyaan di bawah.

Kirim Pertanyaan Anda :

Nama Lengkap:
Kota:
Pekerjaan:
Alamat Email:
Usia:
Jenis Kelamin:
No. Telp:
Subjek Email:
Pertanyaan:


Bila Anda tidak yakin pada siapa harus bertanya, jangan khawatir. Cantumkan "lainnya" pada subjek email dan kami akan menjawab pertanyaan Anda.

Makanan Apa yang Bisa Untuk Meningkatkan Kadar Hb

Salam kenal

Saya ingin bertanya, jenis makanan apa yang bisa untuk meningkatkan kadar Hemoglobin (Hb)? Mohon informasinya, terima kasih.

 


 

Jawaban Dari :
Dr Mulyadi Tedjapranata


Dear A.T.L di Tukungagung

Kadar Hb yang rendah kita sebut sebagai “anemia”. Anemia Karena Kekurangan Zat Besi adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pengangkut oksigen) dalam sel darah berada dibawah normal, yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Beberapa zat gizi diperlukan dalam pembentukan sel darah merah.

Yang paling penting adalah zat besi, vitamin B12 dan asam folat; tetapi tubuh juga memerlukan sejumlah kecil vitamin C, riboflavin dan tembaga serta keseimbangan hormon, terutama eritropoietin (hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah). Tanpa zat gizi dan hormon tersebut, pembentukan sel darah merah akan berjalan lambat dan tidak mencukupi, dan selnya bisa memiliki kelainan bentuk dan tidak mampu mengangkut oksigen sebagaimana mestinya.

Penyakit kronik juga bisa menyebabkan berkurangnya pembentukan sel darah merah. Asupan normal zat besi biasanya tidak dapat menggantikan kehilangan zat besi karena perdarahan kronik dan tubuh hanya memiliki sejumlah kecil cadangan zat besi. Sebagai akibatnya, kehilangan zat besi harus digantikan dengan tambahan zat besi. Janin yang sedang berkembang menggunakan zat besi, karena itu wanita hamil juga memerlukan tambahan zat besi.

Makanan rata-rata mengandung sekitar 6 mgram zat besi setiap 1.000 kalori, sehingga rata-rata orang mengkonsumsi zat besi sekitar 10-12 mgram/hari. Sumber yang paling baik adalah daging. Serat sayuran, fosfat, kulit padi (bekatul) dan antasid mengurangi penyerapan zat besi dengan cara mengikatnya.

Vitamin C merupakan satu-satunya unsur makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Tubuh menyerap sekitar 1-2 mgram zat besi dari makanan setiap harinya, yang secara kasar sama degnan jumlah zat besi yang dibuang dari tubuh setiap harinya. Tubuh mendaur ulang zat besi, yaitu ketika sel darah merah mati, zat besi di dalamnya dikembalikan ke sumsum tulang untuk digunakan kembali oleh sel darah merah yang baru.

Jenis makanan sehari- hari yang dianjurkan untuk meningkatkan Hb adalah sumber hewani seperti daging, liver, marus/darah, juga kacang- kacangan dan sayur berwarna hijau tua. Buah- buahan dengan kadar vitamin C tinggi seperti jeruk dan pisang dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Tetapi pemeriksaan yang paling sensitif untuk kekurangan zat besi adalah pengukuran kadar ferritin (protein yang menampung zat besi). Kadar ferritin yang rendah menunjukkan kekurangan zat besi. Tetapi kadang kadar ferritin normal atau tinggi walaupun terdapat kekurangan zat besi karena feritin kadarnya bisa meningkat pada kerusakan hati, peradangan, infeksi atau kanker. Kadang diperlukan pemeriksaan yang lebih memuaskan untuk menegakkan diagnosis. Pemeriksan yang paling khusus adalah pemeriksaan sumsum tulang, dimana contoh dari sel diperiksa dibawah mikroskop untuk menentukan kandungan zat besinya.

Tubuh kehilangan sejumlah besar zat besi hanya ketika sel darah merah hilang karena perdarahan dan menyebabkan kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab terbanyak dari anemia dan satu-satunya penyebab kekurangan zat besi pada dewasa adalah perdarahan.

Makanan yang mengandung sedikit zat besi bisa menyebabkan kekurangan pada bayi dan anak kecil, yang memerlukan lebih banyak zat besi untuk pertumbuhannya.

Pada pria dan wanit pasca menopause, kekurangan zat besi biasanya menunjukkan adanya perdarahan pada saluran pencernaan. Pada wanita pre-menopause, kekurangn zat besi bisa disebabkan oleh perdarahan menstruasi bulanan. Pemeriksaan darah digunakan untuk mendiagnosis anemia. Biasanya penderita anemia diperiksa untuk mengetahui kekurangan zat besi. Kadar zat besi bisa diukur dalam darah. Kadar zat besi dan transferin (protein pengangkut zat besi yang berada diluar sel darah merah) diukur dan dibandingkan. Jika kurang dari 10% transferin yang terisi dengan zat besi, maka kemungkinan terjadi kekurangan zat besi. Upaya pengobatan berupa:Langkah pertama adalah menentukan sumber dan menghentikan perdarahan, karena perdarahan merupakan penyebab paling sering dari kekurangan zat besi.


Mungkin diperlukan obat-obatan atau pembedahan untuk:

  • mengendalikan perdarahan menstruasi yang sangat banyak
  • memperbaiki tukak yang mengalami perdarahan
  • mengangkat polip dari usus besar
  • mengatasi perdarahan dari ginjal.


Biasanya juga diberikan tambahan zat besi. Sebagian besar tablet zat besi mengandung ferosulfat, besi glukonat atau suatu polisakarida. Tablet besi akan diserap dengan maksimal jika diminum 30 menit sebelum makan. Biasanya cukup diberikan 1 tablet/hari, kadang diperlukan 2 tablet. Kemampuan usus untuk menyerap zat besi adalah terbatas, karena itu pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar adalah sia-sia dan kemungkinan akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit. Zat besi hampir selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam, dan ini adalah efek samping yang normal dan tidak berbahaya.

Biasanya diperlukan waktu 3-6 minggu untuk memperbaiki anemia karena kekurangan zat besi, meskipun perdarahan telah berhenti. Jika anemia sudah berhasil diperbaiki, penderita harus melanjutkan minum tablet besi selama 6 bulan untuk mengembalikan cadangan tubuh. Pemeriksaan darah biasanya dilakukan secara rutin untuk meyakinkan bahwa pasokan zat besi mencukupi dan perdarahan telah berhenti. Kadang zat besi harus diberikan melalui suntikan.
Hal ini dilakukan pada penderita yang tidak dapat mentoleransi tablet besi atau penderita yang terus menerus kehilangan sejumlah besar darah karena perdarahan yang berkelanjutan. Waktu penyembuhan dari anemia yang diobati dengan tablet besi maupun suntikan adalah sama.


Warm regards

Mulyadi Tedjapranata.MD

 


blog comments powered by Disqus
 
<< Kembali ke Index Ask the Expert

Banner

Banner

Banner
Follow Us on
Share |