Home > Becombion Daily Life > Kenali Gaya Belajar Si Kecil
Kenali Gaya Belajar Si Kecil

Pernahkah Anda mengalami kesulitan membantu si kecil belajar? Ia sulit menghafalkan buku pelajarannya, namun ia lebih mudah mencerna jika mendengar teman-temannya yang lain menghafalkan?

Mungkin si kecil memiliki gaya belajar auditorik sehingga ia lebih mudah menerima hal-hal baru yang ia dengar dibandingkan yang ia lihat. Kenali gaya belajar si kecil agar Anda dapat mencari jalan yang tepat dalam membantunya belajar.


Sebenarnya setiap orang memiliki preferensi alami mengenai bagaimana mereka memilih cara untuk menerima dan memproses informasi. Hal inilah yang mempengaruhi gaya belajar seorang anak. Fleming menemukan bahwa sebagian lebih suka menangkap hal-hal dengan melihat (visual learner), sebagian dengan mendengar (auditory learner), dan sebagian lagi dengan gerakan (kinesthetic learner).

Terdapat berbagai jenis teori mengenai pembagian gaya belajar, namun pembagian ala Fleming merupakan salah satu yang mudah dipahami. Walaupun gaya belajar bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar, pemahaman terhadap gaya belajar dan stimulus yang sesuai dengan gaya belajar akan meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.

  • Visual learner lebih mudah menangkap hal yang ia lihat. Mereka yang memiliki gaya ini dibagi dua menjadi visual-linguistik dan visual-spasial. Visual-linguistik lebih suka belajar melalui tulisan. Mereka tak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas membaca dan menulis. Mereka mudah mengingat hal yang ditulis dan tak perlu membacanya berulang kali untuk menghafal. Visual-spasial terkadang mengalami kesulitan mengingat tulisan. Mereka lebih mudah memahami gambar, diagram, video, demonstrasi, atau materi visual lainnya.

    Beberapa karakteristik visual learner adalah:
    1. Senantiasa melihat bibir guru yang sedang mengajar.
    2. Saat petunjuk untuk melakukan sesuatu diberikan, biasanya anak ini akan melihat teman-teman lainnya dahulu sebelum bertindak.
    3. Cenderung menggunakan gerakan tubuh (untuk mengekspresikan/ mengganti sebuah kata) saat mengungkapkan sesuatu.
    4. Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain.
    5. Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
    6. Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan.

    Untuk membantu belajar si visual, Anda dapat menggunakan gambar atau ilustrasi yang menarik. Anjurkan ia untuk menulis kembali atau menggambar apa yang telah ia hafalkan.

  • Auditory learner sering bicara dengan diri sendiri. Mereka kadang menggerakkan bibir saat menghafal sesuatu atau bahkan membacanya dengan keras. Mereka dapat mengalami kesulitan saat diberi tugas membaca dan menulis, namun justru mudah dalam menjelaskan ke orang lain.

    Beberapa ciri anak auditory learner antara lain:
    1. Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok atau kelas.
    2. Mengenal banyak sekali lagu/iklan TV, dan bahkan dapat menirukannya secara tepat dan komplit.
    3. Suka berbicara.
    4. Kurang suka tugas membaca (dan pada umumnya bukanlah pembaca yang baik).
    5. Kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
    6. Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis.
    7. Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya, seperti: hadirnya anak baru, adanya papan pengumuman yang baru, dsb.

    Jika si kecil termasuk auditorik, Anda dapat menjelaskan materi pelajaran dalam dialog dengannya. Dengan mendengar Anda dan menjawab berbagai pertanyaan Anda, materi pelajaran akan lebih melekat dalam ingatannya.

  • Kinesthetic learner belajar dengan baik melalui gerakan dan sentuhan. Mereka justru mudah kehilangan konsentrasi jika tidak ada gerakan atau stimulasi eksternal. Misalnya, ketika mendengarkan guru mengajar, ia kerap menulis atau menggambar sesuatu, hanya untuk menggerakkan tangan mereka. Anak dengan gaya belajar seperti ini lebih suka jika menggunakan spidol berwarna untuk menandai bagian-bagian buku dan menggambar berbagai hal sambil belajar.

    Beberapa karakteristiknya adalah:
    1. Suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya.
    2. Sulit untuk berdiam diri.
    3. Suka mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan.
    4. Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang baik.
    5. Suka menggunakan objek yang nyata sebagai alat bantu belajar.
    6. Mempelajari hal-hal yang abstrak (simbol matematika, peta, dsb) bagi anak ini adalah hal yang sangat sulit.

  • Dalam menghadapi si kinestetik, Anda dapat memainkan musik saat menemaninya belajar dan memberinya spidol warna-warni untuk membantunya belajar.


Nah, anak Anda termasuk yang mana?

Referensi:
1. Duckett I, Tatarkowski M. Learning styles and their application for effective learning. Diunduh dari http://www.vocationallearning.org.uk
2. Rourke, B., Ahmad S., Collins, D., Hayman-Abello, B., Hayman-Abello, S., and Warriner, E. Child clinical/pediatric neuropsychology: some recent advances. Annual Review of Psychology 2002: 53, 309-339.


blog comments powered by Disqus
 
Email Print
Banner

Banner

Banner
Follow Us on
Share |