Home > Bion 3 Healthy Guides > Hati-hati dengan makanan Anda!
Hati-hati dengan makanan Anda!



You are what you eat. Tak ada yang memungkiri ungkapan tersebut bukan? Makanan memang sangat menentukan kelangsungan hidup dan kesehatan kita. Jika salah memilih makanan, alih-alih menjadi sehat, penyakit justru datang menghampiri.


Penyakit akibat makanan (food-borne disease) terjadi jika kita makan atau minum bahan tercemar. Penyakit yang timbul dapat disebabkan oleh kuman, virus, dan racun dalam makanan baik yang timbul secara alamiah atau yang dicampurkan secara sengaja. Gejalanya bervariasi tergantung penyebab, dapat berupa diare, mual, muntah, sakit perut, demam, atau bahkan kuning.

Penyakit akibat makanan yang sering terjadi antara lain adalah demam tifoid akibat kuman Salmonella typhii, hepatitis A akibat virus hepatitis A, disentri akibat kuman Shigella dysentriae atau amuba.

  • Demam tifoid

    Seperti namanya, penyakit ini diawali dengan demam tinggi terutama pada sore atau malam hari. Seringkali disertai dengan mual, muntah, nyeri perut, susah buang air besar, namun pada beberapa kasus justru disertai diare. Setelah demam lebih dari satu minggu, barulah antibodi timbul di dalam darah, dan saat itulah diagnosis demam tifoid dapat ditegakkan. Pemberian antibiotik dapat mengatasi penyakit ini. Saat ini telah berkembang vaksin untuk mencegah demam tifoid.

  • Hepatitis A

    Penyakit ini ditandai dengan timbulnya kuning di seluruh tubuh penderita. Kuning biasanya pertama kali disadari penderita di bagian mata saat bercermin. Buang air kecil menjadi coklat tua seperti teh. Tak jarang disertai demam, mual, dan nyeri perut di bagian kanan atas.

    Virus hepatitis A ditularkan melalui kotoran penderita yang telah terinfeksi hepatitis A. Kotoran yang mencemari makanan inilah yang dapat menjadi media penularan. Oleh karena itu, pekerjaan pengolah makanan sebaiknya tidak ditempati oleh penderita hepatitis A karena higiene tangan yang kurang baik dapat menjadi celah bagi penularan. Hepatitis A dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.

  • Diare

    Diare merupakan gejala umum dari penyakit yang disebabkan oleh makanan. Yang perlu diwaspadai pada diare adalah kekurangan cairan. Sebisa mungkin minumlah cairan oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Bila jumlah cairan yang masuk tidak dapat mengimbangi yang keluar, maka sebaiknya Anda pergi ke dokter untuk meminta pertolongan.

    Jangan lupa laporkan pada dokter bila kotoran Anda mengandung darah karena keterangan tersebut sangat bermakna dalam mengarahkan penyebab diare Anda. Disentri yang ditandai oleh buang air besar cair berdarah membutuhkan penanganan spesifik yang berbeda dengan diare akibat kuman lain.


Sedia payung sebelum hujan


Beberapa penyakit akibat makanan dapat dicegah dengan vaksinasi. Saat ini sudah terdapat vaksinasi untuk hepatitis A dan demam tifoid. Biaya untuk kedua vaksin tersebut tentu tidaklah murah. Namun Anda dapat melakukan pencegahan penyakit dengan cara yang jauh lebih murah yaitu perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak sulit kan untuk mencuci tangan sebelum makan dan mengolah makanan serta setelah dari toilet? Tanpa disadari, mencuci tangan terutama dengan air mengalir dan sabun dapat menghindarkan kita dari berbagai penyakit yang memakan biaya dan berisiko menimbulkan komplikasi. Jadi, lebih baik sedia payung sebelum hujan bukan?

Tips sehat hindari food-borne disease

  1. Menjaga Kebersihan

    Sesudah ke WC, mengganti popok, sebelum makan atau menyiapkan makanan, cucilah tangan dengan teliti memakai sabun dan kucuran air setidaknya 15 detik, lalu keringkanlah dengan handuk bersih.

  2. Pemantauan suhu

    Menyimpan makanan pada suhu yang keliru bisa berakibat membiaknya kuman yang menyebabkan racun makanan, yang tumbuh di antara suhu 5° C dan 60° C.

    Untuk berjaga-jaga:
    • suhu lemari es jangan lebih tinggi dari 5° C dan ada aliran udara di seputar makanannya agar pembagian suhunya merata,
    • makanan panas patut disimpan di atas suhu 60° C,
    • makanan beku sebaiknya dicairkan dalam microwave, sebab makin lama makanan mentah dibiarkan pada suhu ruangan, makin cepat pula kuman berbiak dan racun bisa terbentuk,
    • agar kuman di dalamnya mati, makanan harus dimasak matang benar.

  3. Cara Menyimpan

    Daging, ikan, unggas dan sayur yang mentah bisa mengandung banyak kuman, dan juga mencemari makanan yang sudah siap jika tidak disimpan atau ditangani dengan cermat. Untuk berjaga-jaga:
    • makanan mentah patut disimpan tertutup atau dalam tempat bertutup di bawah makanan lain yang sudah siap agar bagian makanan atau cairan daging tidak menumpahi atau menetesinya,
    • makanan sebaiknya ditutupi sebelum disimpan di dalam lemari es bawah maupun atas atau di lemari agar terhindar dari pencemaran,
    • tangan harus segera dicuci sesudah menangani makanan mentah dan sebelum menangani makanan yang sudah matang atau siap,
    • patut menggunakan talenan, sendok garpu dan piring lain untuk makanan mentah dan yang sudah siap, dan jika talenan mesti dipakai lagi basuhlah dulu baik-baik dengan air panas bersabun,
    • teliti mencuci sayur mentah sebelum menyiapkannya untuk dimakan,
    • bahan makanan harus disimpan baik-baik, jauh dari bahan beracun, semprot serangga, bahan pembersih dll,
    • tidak memakai serbet pengering piring untuk menyeka tangan atau meja,
    • serbet harus sering diganti.

Referensi:

1. Dienstag JL, Isselbacher KJ. Acute viral hepatitis. In: Harrison's Principles of Internal Medicine, 16th edition. McGraw Hill, p.1822-40.

2. Lesser CF, Miller SI. Salmonellosis. In: Harrison's Principles of Internal Medicine, 16th edition. McGraw Hill, p.897-901.


blog comments powered by Disqus
 
Email Print
Banner

Banner

Banner
Follow Us on
Share |