|
Lingkungan kita selalu berubah dan kita kerap sulit menyesuaikan diri. Saat kita belum bisa menyesuaikan diri, di situlah timbul stres. Stres bisa berasal dari mana saja. Pada wanita karir, kantor merupakan tempat yang sangat potensial menjadi sumber stres.
Dalam menjalankan profesi, perempuan kerap menghadapi konflik peran, ketidakjelasan wewenang, beban kerja berlebih, atau misalnya beban pengambilan keputusan. Lingkungan fisik tempat kerja pun dapat menyumbang tekanan, misalnya ruang kerja yang tidak nyaman, terlalu sempit, terlalu gelap, atau juga terlalu bising. Hubungan personal seperti hubungan dengan atasan atau bawahan juga dapat menjadi sumber stres.
Beda individu beda reaksi Reaksi yang muncul sangat bersifat subyektif. Bagaimana seorang perempuan bereaksi terhadap stres, dipengaruhi oleh beberapa faktor:
- Kemampuan untuk menerima situasi secara berbeda (peran dari persepsi).
- Pengalaman kerja sebelumnya.
- Dukungan sosial dari atasan dan teman.
- Kemampuan ambang penerimaan terhadap stres tertentu (berkaitan dengan siapa yang berperan sebagai pengendali).
- Kemampuan menggunakan strategi coping secara berbeda.
Pengaruh nilai-nilai hidup yang telah diperoleh sejak kecil di bawah pola asuh orangtua, pengalaman dan norma sosial ikut mempengaruhi reaksi individu sehingga muncul yang dinamakan perbedaan individual sebagai reaksi terhadap sumber stres.
Tanda-tanda stres : 1. Fisik - Tangan berkeringat. - Jantung berdetak keras. - Mata berkunang-kunang. - Perasaan gundah gulana. - Ingin buang air kecil terus-menerus. - Sulit tidur. - Sakit perut. 2. Psikologis - Sulit membuat keputusan. - Cemas. - Rasa was-was. - Curiga. - Tidak bisa berkonsentrasi dalam tugas. - Uring-uringan. - Mudah marah.
Tips hadapi stres Stres tidak mungkin dihindari. Maka langkah yang dapat dilakukan adalah bagaimana agar stres yang dialami dapat dihadapi sehingga wanita mampu menyesuaikan diri sesuai dengan tuntutan peran dan tanggungjawabnya yang ganda; sebagai istri, ibu, karyawan dan anggota masyarakat. Berikut adalah TIPS-nya:
- Katakan apa yang sebenarnya Anda rasakan; perasaan, keinginan dan apa yang ingin diubah. Bila sulit dibayangkan. Coba untuk dituliskan di kertas/agenda dalam bentuk daftar/list.
- Afirmasi bahwa Anda bisa menghadapinya. Yakin bahwa Anda mampu melampaui stres yang sedang dihadapi.
- Jangan ragu untuk meminta bantuan teman. Ajak teman hanya untuk mendengarkan apa yang ingin Anda katakan.
- Lakukan aktivitas yang menjadi hobi Anda. Bercocok tanam, bermain piano atau bahkan datang ke pameran handicraft. Intinya adalah Anda menikmati aktivitas tersebut.
- Ingat! Anda berhak untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan di luar dari segala kebutuhan keluarga dan urusannya. Dengan cara: melakukan lulur, spa, manicure/pedicure, nonton film kesukaan, melakukan aktivitas kegemaran yang selama ini ditinggalkan.
Sadari bahwa apa yang telah Anda lakukan untuk keluarga dan diri Anda sendiri adalah yang terbaik. Ingat tanggungjawab keluarga milik bersama; pasangan dan anak-anak. Ajak mereka untuk turut serta berkolaborasi dengan Anda menjadi sebuah ritme lagu yang harmonis.
Referensi :
- Ardiyanti N. Manajemen Stres pada Wanita Karir. Anakku. 2008
Nedd, Kenford, MD., Power over stress; 35 quick prescriptions for mastering the stress in your life, 1st ed., QP Press, Canada, 2003.
- Jeffers, Susan., Feel the fear....and beyond; dynamic techniques for doing it anyway, 3rd ed., Random House, London, 2000.
- Rahman, Eileen., Jadi Nomor Satu terdepan di era persaingan, 1st ed., Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2007.
- Byrne, Rhonda., The Secret, 1st ed., TS Production Limited Liability Company, 2006
|