Home > Sangobion Healthy Guides > Anemia pada Usia Lanjut
Anemia pada Usia Lanjut

 

Menjadi tua adalah suatu kepastian, tapi menjadi anemia saat usia tua bukanlah suatu keharusan.

Usia lanjut adalah kelompok usia yang sering sekali terkena anemia. Angka kejadian anemia pada kelompok ini berkisar antara 8-44%. Di bawah usia 75 tahun, anemia lebih sering menyerang perempuan; sedangkan di atas usia 75 tahun, prialah yang mendominasi.

World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa Hb < 12 g/dL pada wanita atau Hb <13 g/dL pada pria merupakan suatu anemia. Standar inilah yang digunakan tanpa memandang usia. Mengingat seringnya kaum usia lanjut mengidap anemia, maka seringkali anemia dianggap wajar dan tidak mendapat perhatian.  Padahal, kadar hemoglobin seharusnya tidak turun seiring dengan peningkatan usia pada orang yang tidak mengidap penyakit dan memiliki sumsum tulang yang normal.


Anemia pada usia lanjut terkadang terabaikan karena gejalanya seringkali tidak sejelas anemia pada usia produktif. Gejala anemia yang khas seperti cepat lelah, merasa lemas, ataupun sesak nafas seringkali dianggap disebabkan oleh usia yang lanjut dan kemampuan fisik yang memang sudah menurun.

Anemia kerap menjadi faktor pemberat pada penyakit yang diderita oleh kaum usia lanjut. Kondisi gagal jantung, gangguan kognitif, dan gangguan keseimbangan akan menjadi lebih berat karena anemia yang diderita. Namun, jika tidak diperiksa dengan teliti, keadaan memberatnya penyakit dasar seseorang seringkali dianggap disebabkan oleh hal lain dan bukan anemia.

Penelitian pada kaum lanjut usia menunjukkan bahwa penyebab tersering anemia pada kaum usia lanjut adalah anemia akibat penyakit kronik dan defisiensi besi. Penyebab anemia pada kaum usia lanjut dapat dilihat pada Tabel 1. Namun lebih dari dua pertiga kasus anemia pada lanjut usia disebabkan oleh dua hal dasar

 

Penyebab anemia Persentase (%)
Anemia karena penyakit kronik 30-45
Defisiensi besi 15-30
Pendarahan 5-10
Defisiensi asam folat dan vitamin B12 5-10
Leukemia kronik atau limfoma 5
Sindrom mielodisplastik 5
Penyebab tidak diketahui 15-25

Dikutip dari: Joosten E, Pelemans W, Hiele M, Noyen J, Verghaeghe R, Boogaerts MA. Prevalence and causes of anaemia in a geriatric hospitalized population. Gerontol 1992;38:111-7


Kaum lanjut usia biasanya memiliki fungsi organ yang berkurang dan memiliki berbagai penyakit kronik. Tak heran, anemia akibat penyakit kronik menduduki peringkat nomor satu. Pada penderita penyakit kronik seperti kanker, penyakit ginjal, atau penyakit hati, tubuh tidak mampu menggunakan cadangan besi untuk membentuk sel darah merah. Namun berbeda dengan anemia akibat kekurangan zat besi di mana cadangan besi ikut berkurang, pada penyakit kronik, anemia tetap terjadi walaupun tubuh memiliki cadangan besi yang cukup atau bahkan berlebihan.

Defisiensi besi menduduki posisi nomor dua sebagai penyebab anemia pada kaum lanjut usia. Namun, terkadang defisiensi besi yang terjadi bukan disebabkan oleh asupan besi yang kurang, namun akibat perdarahan saluran cerna yang berlangsung lama. Perdarahan bisa terjadi di saluran cerna bagian atas, akibat luka di kerongkongan, lambung, usus, ataupun keganasan atau kanker pada saluran cerna.

Hal yang paling penting dalam menangani anemia pada kaum usia lanjut adalah mengetahui penyebabnya. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan apakah terdapat pendarahan saluran cerna, defisiensi zat gizi, infeksi kronik, penyakit hati, penyakit ginjal, dan penyakit kronik lainnya. Pada orang yang riwayat penyakitnya sama sekali tidak diketahui, perlu dilakukan pemeriksaan darah perifer lengkap, morfologi darah tepi, jumlah retikulosit, dan sediaan apus darah (blood smear). Berdasarkan hasil pemeriksaan darah dasar itulah, dokter akan menentukan ke arah mana pemeriksaan anemia akan diarahkan. 

Jika terdapat perdarahan samar pada pemeriksaan tinja, maka dokter akan mencari lokasi penyebab perdarahan pada saluran cerna. Kolonoskopi menjadi pilihan untuk mencari lokasi perdarahan pada saluran cerna bagian bawah. Jika terbukti terdapat defisiensi zat gizi seperti besi, asam folat, atau B12, maka perlu diberikan suplementasi sesuai zat gizi yang diperlukan. Jika pemeriksaan menunjukkan bahwa anemia disebabkan oleh penyakit kronik, maka hal utama yang dilakukan adalah memperbaiki kondisi penyakit dasar.



Referensi:

  1. Smith DL. Anemia in the elderly. Am Fam Physician 2000;62:1565-72.
  2. Lands RH. Anemia in the elderly. Diunduh dari http://www.clinicalgeriatrics.com


Sumber foto :
freedigitalphotos.net

 


blog comments powered by Disqus
 
Email Print
Banner

Banner

Banner
Follow Us on
Share |