Home > Sangobion Healthy Guides > Ketahui Peran Suplementasi Zat Besi untuk Perkembangan Otak di Masa Golden Momen Anak
Ketahui Peran Suplementasi Zat Besi untuk Perkembangan Otak di Masa Golden Momen Anak



Usia bayi 0-2 tahun merupakan masa emas perkembangan otak. Sebab, menurut Gordon N, yang menuliskan kajiannya tentang Iron Deficiency and Intelect, dalam tulisan Brain and Development (2003), 80% perkembangan otak terjadi pada 0-2 tahun pertama kehidupan anak-anak. Karena itu, untuk memaksimalkannya, Gordon menyebut, salah satu zat penting untuk perkembangan sel saraf otak adalah zat besi.


Zat besi
inilah yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah (hemoglobin) yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak. Karena itu, menjaga anak agar tak menderita kekurangan zat besi merupakan salah satu kebutuhan mutlak bayi. Sebab, jika sampai kekurangan zat besi yang berakibat anemia, bisa mengganggu pertumbuhan sel saraf pada otak si kecil. Menurut Michael K. Georgieff, profesor dan dokter ahli anak dari divisi Neonatology and the Center for Neurobehavioral Development di University of Minnesota, untuk mengatasi hal tersebut, pada beberapa kasus, bayi sangat dianjurkan minum suplemen penambah zat besi.

Namun, agar maksimal, pilih suplemen zat besi yang benar-benar aman. Dalam artian, berikan suplemen yang tidak mengganggu pencernaan, tidak merusak warna alami gigi, serta tidak menyebabkan intoksikasi (keracunan dalam tubuh), seperti suplemen yang mengandung Iron Polymaltose Complex (IPC).

Iron Polymaltose Complex (IPC), merupakan zat besi generasi terbaru yang direkomendasikan pemakaiannya untuk bayi karena memiliki beberapa sifat yang tidak terdapat pada zat besi jenis lain. IPC memiliki rasa yang lebih disukai anak-anak, selain itu penyerapan IPC lebih baik dan tidak dipengaruhi oleh makanan (misalnya oleh susu yang dapat menganggu penyerapan zat besi). Selain itu sampai saat ini tidak ada laporan mengenai kasus intoksikasi dan teeth staining.

Sebagai panduan pemberikan suplemen zat besi pada anak, berikut anjuran tentang dosis dan lama pemberikan suplementasi zat besi pada bayi dan anak-anak:

 

  • Untuk bayi berat badan lahir rendah (BBLR) atau kurang dari 2500 gram serta bayi kurang bulan, dianjurkan memberikan suplemen 3 miligram tiap kilogram berat badan per hari (3mg/kgbb/hari) hingga maksimum 15 mg/hari. Berikan asupan ini dari usia 2 minggu hingga dua tahun setiap hari.

  • Untuk bayi cukup bulan, dianjurkan memberikan suplemen 2mg/kgbb/hari hingga maksimal 15mg/hari, dari usia 4 bulan sampai dua tahun setiap hari.

  • Untuk bayi usia 2-11 tahun, berikan 1mg/kgbb/hari, yang dibagi jadi dua dosis, dengan pemberian 2 kali seminggu, selama 3 bulan berturut-turut, dan diulang setiap tahun.

  • Untuk anak hingga remaja perempuan usia 11-18 tahun, berikan suplemen 120 mg/hari dalam dosis tunggal, dengan pemberian 2 kali seminggu, selama 3 bulan berturut-turut, dan diulang setiap tahun.

  • Untuk anak hingga remaja laki-laki usia 11-18 tahun, berikan suplemen 60 mg/hari dalam dosis tunggal, dengan pemberian 2 kali seminggu, selama 3 bulan berturut-turut, dan diulang setiap tahun.


*kgbb = kilogram berat badan


blog comments powered by Disqus
 
Email Print
Banner

Banner

Banner
Follow Us on
Share |