Home > Sangobion Healthy Guides > Menu Sehat Pilihan untuk Bekal Sekolah
Menu Sehat Pilihan untuk Bekal Sekolah



Sudah jadi rahasia umum jika anak suka jajan, apalagi di sekolah. Padahal, tidak semua jajanan menyehatkan. Karena itu, ada baiknya, sebagai orangtua menyiapkan menu yang menyehatkan untuk anak-anak.


Tapi, sebelumnya, agar anak makin terjaga kondisinya, David Zinczenko dan Matt Goulding, pengarang buku Eat This, Not That for Kids, menganjurkan beberapa hal untuk membiasakan si kecil tetap sehat dengan pola makanannya:

  • Biasakan agar anak tidak melewatkan sarapan
  • Berikanlah makanan ringan yang menyehatkan
  • Berikan makanan dengan porsi yang tidak terlalu banyak
  • Berikan minum air putih dan susu
  • Kurangi porsi makanan instan
  • Biasakan makan bersama seluruh keluarga
  • Kurangi makanan yang banyak mengandung gula
  • Variasikan sayur dan buah bermacam warna
  • Jangan lupakan makanan mengandung zat besi, kalsium, vitamin D, vitamin E, dan serat dalam setiap menu.


Lantas, apa saja yang harus disiapkan untuk menu si kecil dalam kesehariannya? Berikut beberapa anjuran yang diberikan oleh Dr. Sri Sukmaniah, MSc, dari Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI):

  • Jika memberi makanan biskuit, wafer, stik gula, dan sejenisnya. Makanan jenis ini tinggi gula dan zat gizi minim hingga membuat cepat kenyang. Sesekali boleh diberikan, namun dampingi dengan yoghurt yang diberi irisan buah seperti stroberi, nanas, atau pisang.
  • Jika memberi roti isi. Sangat dianjurkan memberi roti jenis gandum karena kaya karbohidrat dan serat. Isilah roti dengan sumber protein hewani, seperti telur, keju, cincangan ayam/daging/tuna. Selain itu, lengkapi pula dengan sumber protein nabati seperti kacang polong, jagung manis, serta irisan tomat. Jika anak menyukai roti isi selai atau cokelat, untuk menyeimbangkan gizinya, harus pula dilengkapi yoghurt serta buah.
  • Jika memberi mie goreng. Berikan mie yang dilengkapi dengan sayuran, jangan polosan. Sebab, mie saja hanya mengandung karbohidrat dan lemak, tapi kurang protein dan serat. Berikan campuran irisan daging atau ikan, serta potongan wortel atau brokoli sebagai pelengkap.
  • Jika memberi nasi dan ayam goreng. Nasi mengandung karbohidrat, ayam mengandung protein, dan minyak untuk menggoreng mengandung lemak. Untuk melengkapinya, disarankan menambahinya dengan jagung manis atau kacang polong, irisan ketimun dan tomat sebagai sumber vitamin dan mineral.
  • Jika memberi telur. Makanan ini mengandung protein yang cukup, tapi agar si kecil mendapat tambahan gizi lain, masukkan bersama dalam roti isian, bersama sayuran, plus buah agar makin lengkap.
  • Jika memberi makanan olahan, nugget, sosis, dimsum. Seperti telur, makanan ini butuh pendamping lain seperti sayur, buah, dan yoghurt. Tapi, agar si kecil makin sehat, sebaiknya makanan seperti ini jangan terlalu dibiasakan.
  • Jika memberi sereal dengan susu. Biasanya, makanan ini sudah mengandung banyak kandungan gizi, vitamin, dan mineral. Tapi, sangat dianjurkan, tambahkan buah untuk makin melengkapi vitamin dan mineral yang dibutuhkan.


Selain itu, dokter Nanni Djaja, SpGK, dokter spesialis gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya, dalam masa pertumbuhan anak, makanan-makanan yang mengandung zat besi haruslah menjadi rujukan utama dalam menu yang dikonsumsi. Nanni mencontohkan menu yang kaya zat besi di antaranya yaitu:

  • Sarapan pagi: telur matang satu buah, susu rendah lemak 200 ml (satu gelas), dengan selingan bubur kacang hijau satu mangkuk.
  • Makan siang: nasi 200 gram, sayur tumis kangkung, semur daging kentang, sup kacang merah satu mangkuk, air jeruk satu gelas, dengan selingan kue sus satu buah.
  • Makan malam: nasi 200 gram, capcay satu mangkuk kecil, ayam porsi kecil, sapo tahu satu mangkuk kecil, jus strawberry satu gelas dengan selingan sebelum tidur susu rendah lemak 200 ml (satu gelas).

 


blog comments powered by Disqus
 
Email Print
Banner

Banner

Banner
Follow Us on
Share |