|
Anemia merupakan keadaan di mana kadar hemoglobin dalam darah terlalu rendah. Akibatnya tubuh tidak mendapat cukup oksigen. Perhatian khusus perlu dimiliki oleh ibu hamil agar ibu dan janin tidak terkena dampak anemia.
Dalam masa kehamilan, tubuh membuat lebih banyak sel darah untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Semakin banyak sel yang dihasilkan, semakin banyak pula besi yang dibutuhkan. Sayangnya tubuh tidak dapat membuat besi sehingga kebutuhan perlu dicukupi melalui asupan dari luar. Jika kebutuhan besi tidak tercukupi, maka lama-kelamaan ibu dapat terkena kondisi anemia. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa di negara berkembang, sekitar 25-30% perempuan tidak memiliki cadangan besi sama sekali.
Anemia tidak selalu menimbulkan gejala. Namun Anda patut waspada jika Anda merasa cepat lelah, pusing, sesak nafas saat beraktivitas, berdebar-debar, atau jika orang sekitar Anda mengatakan bahwa Anda pucat.
Anemia merupakan salah satu hal utama yang akan diperhatikan oleh dokter saat Anda melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan. Anda akan disarankan melakukan pemeriksaan darah, dan bila hasilnya mengarah pada kekurangan besi, dokter akan memberi penyuluhan gizi dan suplementasi besi. Jika hasil pemeriksaan pada trimester pertama normal, maka pemeriksaan darah akan tetap dilakukan pada trimester kedua dan ketiga sebagai pemantauan.
Terkadang Anda tidak selalu bisa mencegah anemia pada kehamilan, karena secara normal anemia memang dapat terjadi akibat peningkatan jumlah plasma ibu dan jumlah sel darah yang meningkat. Kedua hal ini menyebabkan kadar hemoglobin merosot. Namun Anda dapat mencegah timbulnya kekurangan besi dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi dan minum suplemen zat besi jika perlu. Pada ibu hamil dengan simpanan zat besi yang cukup, kebutuhan zat besi harian adalah 27 mg per hari. Berbeda dengan ibu yang tidak hamil, yaitu hanya membutuhkan 18 mg per hari.
Makanan yang mengandung tinggi vitamin C seperti jeruk dan strawberry dapat membantu meningkatkan penyerapan besi di saluran cerna. Misalnya, minumlah suplemen besi Anda bersamaan dengan jus jeruk atau buah yang mengandung tinggi vitamin C lainnya. Jus buah juga dapat mengurangi morning sickness yang menghambat Anda makan makanan yang bernutrisi.
Sebaliknya, ada juga beberapa makanan yang dapat menghambat penyerapan besi seperti susu, kuning telur, kopi, dan teh. Anda bukan lantas tidak boleh makan makanan tersebut karena susu dan telur mengandung protein dan kalsium yang juga dibutuhkan oleh ibu dan janin. Anda hanya perlu memberikan jeda waktu sekitar 2-3 jam setelah minum suplemen yang mengandung besi sebelum Anda minum susu, keju, atau produk susu lainnya.
Selain meningkatkan asupan makanan yang mengandung besi, WHO juga merekomendasikan suplementasi besi 60 mg yang juga disertai asam folat 400 g untuk mencegah ibu hamil terkena defisiensi besi. Asam folat biasanya diberikan bersamaan dengan suplementasi besi dan juga mikronutrien lain karena defisiensi asam folat juga dapat menyebabkan kondisi anemia. Mudah bukan? Jadi jangan takut terkena anemia! Bila langkah-langkah pencegahan sudah dilakukan, niscaya ibu akan selalu sehat selama masa kehamilan.
Referensi:
- Laubach J, Bendell J. Hematologic changes in pregnancy. In: Hoffman: Hematology basic principles and practice. 5th ed. Churchill Livingstone, 2008.
- World Health Organization. Iron deficiency anemia: assessment, prevention and control. WHO, 2001.
- Anemia during pregnancy. Diunduh dari http://www.familydoctor.org
- Iron in your pregnancy diet. Diunduh dari www.babycenter.com/0_iron-in-your-pregnancy-diet_1468.bc
|