Home > Sangobion Healthy Guides > Vitamin B 12 dan Asam Folat: Esensial Vitamin untuk Pencegahan Anemia
Vitamin B 12 dan Asam Folat: Esensial Vitamin untuk Pencegahan Anemia

Banyak orang tanpa disadari mengalami “hidden hunger” atau kekurangan vitamin dan mineral tanpa disadari. Defisiensi ini tidak menimbulkan perut buncit atau kaki yang sangat kurus seperti gambaran tipikal gizi buruk, namun ia dapat membawa dampak buruk bagi tubuh. Salah satunya yang dapat jelas terlihat adalah anemia.

Defisiensi vitamin B kompleks memiliki spektrum luas. Biotin atau asam  pantotenat merupakan vitamin esensial, namun tidak pernah dijumpai keadaan defisiensi biotin karena jumlah zat gizi ini bahkan dalam asupan makanan  yang buruk sekalipun sudah melebihi kebutuhan tubuh. Asupan makanan yang buruk dapat menyebabkan defisiensi tiamin menyebabkan penyakit beri-beri, defisiensi niasin menyebabkan pellagra, defisiensi piridoxal menyebabkan anemia sideroblastik, defisiensi riboflavin menyebabkan ariboflavinosis. Namun yang paling penting dari vitamin B kompleks adalah vitamin B12 yang metabolismenya berlangsung bersama asam folat.

Asam folat
berperan untuk sintesis DNA, yaitu materi genetik yang diturunkan dari sel ke sel, dan berperan penting dalam produksi sel darah merah. Vitamin B12 dibutuhkan untuk produksi sel darah dan menjaga sel saraf agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Asam folat dan B12 bersama dengan besi merupakan kombinasi yang sangat baik untuk menjaga produksi sel darah merah. Tabel 1 menunjukkan kebutuhan B12 dan asam folat harian.

Vitamin Dewasa Ibu hamil
Vitamin B12 2,4 µg 2,4 µg
Asam folat 400 µg 600 µg

 

Defisiensi vitamin B12 dan asam folat menimbulkan gangguan dalam biosintesis purin dan pirimidin. Kemampuan sel mensintesis DNA dan pembelahan sel paling mudah terlihat pada sintesis sel darah merah. Sel darah berukuran lebih besar sehingga disebut sebagai anemia megaloblastik. Namun sebenarnya, gangguan sintesis DNA terjadi pada seluruh sel tubuh.

Defisiensi vitamin B12 dapat terjadi pada keadaan di bawah ini:

  • Kurangnya asupan vitamin B12 dalam makanan.
  • Gangguan pencernaan – penyakit peradangan usus seperti Crohn’s disease dapat menghambat penyerapan vitamin B12.
  • Kekurangan faktor intrinsik – Faktor intrinsik merupakan zat yang membantu penyerapan vitamin B12. Zat ini berkurang atau hilang pada mereka yang menjalani operasi pengangkatan lambung.

 

Defisiensi asam folat dapat terjadi pada keadaan di bawah ini:

  • Kurangnya asupan asam folat – Ini terjadi jika Anda kurang mengonsumsi buah dan sayur atau minum terlalu banyak alkohol.
  • Gangguan pencernaan – Crohn’s disease atau infeksi usus lainnya dapat mengganggu penyerapan asam folat.
  • Konsumsi obat-obatan – Beberapa obat terutama antikejang dapat mengganggu penyerapan asam folat.

 

Defisiensi vitamin B12 akibat pola makan vegetarian atau kurangnya asupan vitamin B12 dapat diatasi dengan suplementasi vitamin atau makanan yang diperkaya vitamin B12 bisa merupakan terapi yang efektif. Namun jika defisiensi terjadi aibat malabsorpsi karena kekurangan faktor intrinsik, maka vitamin B12 harus diberikan intravena.

Vitamin B12 banyak terdapat dalam sumber makanan hewani seperti ikan, daging sapi, daging ayam, telur, susu, dan produk susu. Sedangkan asam folat banyak terdapat pada buah, sayuran berdaun hijau, dan berbagai makanan yang telah diperkaya asam folat seperti roti, sereal, tepung, pasta, dan produk gandum lainnya. Pola makan yang seimbang dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 dan asam folat bagi sebagian besar orang. Namun, ibu hamil perlu mendapat perhatian khusus karena membutuhkan asam folat yang lebih tinggi. WHO merekomendasikan setiap ibu hamil mengonsumsi suplemen asam folat 400 µg untuk mencegah cacat bawaan pada janin.

Referensi:

  1. World Health Organization and Food and Agriculture Organization of the United Nations. Vitamin and Mineral Requirements in Human Nutrition. 2nd ed. 2004.
  2. Kraemer K, Zimmerman MB. Nutritional anemia. Sight and Life, 2007.
  3. National Institute of Health, Office of Dietary Supplements. Dietary Supplement Fact Sheet: Folate
  4. National Institute of Health, Office of Dietary Supplements. Dietary Supplement Fact Sheet: Vitamin B12

blog comments powered by Disqus
 
Email Print
Banner

Banner

Banner
Follow Us on
Share |