Home > Sangobion Healthy Guides > Hindari Anemia Postpartum Pasca Melahirkan
Hindari Anemia Postpartum Pasca Melahirkan

Masa setelah melahirkan atau masa postpartum merupakan tantangan bagi banyak ibu yang baru melahirkan. Pemulihan dari proses melahirkan, belajar menjadi orangtua, dan mengurus diri sendiri membutuhkan banyak energi. Menderita anemia pada masa postpartum dapat membuat proses ini menjadi lebih sulit. Apa yang harus ibu lakukan untuk mengatasi hal ini?


Apa itu anemia postpartum

Anemia terjadi jika kadar hemoglobin dalam darahrendah. Hemoglobin adalah zat pembawa oksigen dalam sel darah merah. Jika terjadi gangguan sistem transportasi oksigen (misalnya anemia) akan menyebabkan tubuh sulit untuk bekerja.

Anemia postpartum didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 10g/dl, ini merupakan masalah yang umum dalam bidang kebidanan. Meskipun wanita hamil dengan kadar besi yang terjamin, konsentrasi hemoglobin biasanya berkisar 11-12 g/dl sebelum melahirkan. Hal ini diperburuk dengan kehilangan darah saat melahirkan dan pada masa nifas.

Penyebab anemia postpartum?

Anemia defisiensi besi merupakan penyebab paling sering dari anemia postpartum yang disebabkan oleh intake zat besi yang tidak cukup serta kehilangan darah selama kehamilan dan persalinan. Anemia postpartum berhubungan dengan lamanya perawatan di rumah sakit, depresi, kecemasan, dan pertumbuhan janin terhambat. 

Kehilangan darah adalah penyebab lain dari anemia. Kehilangan darah yang signifikan setelah melahirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia postpartum. Banyaknya cadangan hemoglobin dan besi selama persalinan dapat menurunkan risiko terjadinya anemia berat dan mempercepat pemulihan.

Pengobatan anemia pospartum

Pengobatan terhadap anemia postpartum tergantung dari derajat anemia dan faktor risiko maternal. Wanita muda yang sehat dapat mengkompensasi kehilangan darah yang banyak lebih baik dibandingkan wanita nifas dengan gangguan jantung meskipun dengan kehilangan darah yang  tidak terlalu banyak.

Pengobatan terhadap anemia meliputi pemberian besi secara oral atau parenteral (suntik), transfusi darah, dan suntikan obat (eritropoietin) yang membantu tubuh Anda menciptakan lebih banyak sel darah merah. Suplemen besi merupakan pilihan tepat bagi wanita hamil yang membutuhkan besi lebih banyak. Wanita postpartum yang mengalami efisiensi besi dan anemia memerlukan suplemen zat besi, dan biasanya diberikan sampai 6 bulan. Banyak dari perempuan yang mengalami anemia tidak responsif  hanya dengan pemberian preparat besi saja. Asam folat, Vitamin B12 dan protein semuanya mempunyai peran pada struktur hemoglobin. Vitamin A dan C juga memberikan kontribusi dalam penyerapan besi.

Untuk menghindari itu semua, Center for Disease Control and Prevention merekomendasikan untuk melakukan skrining anemia terhadap wanita 4-6 minggu postpartum, dengan perdarahan yang banyak sewaktu melahirkan, dan pada kelahiran kembar, sehingga anemia postpartum bisa diketahui lebih dini.


Referensi:

  1. Caughlan S. Post-Partum Anemia: Can Prenatal Supplements Prevent It? 2009 . Available from: http://www.motherandchildhealth.com/Prenatal/prenatal.htm.
  2. Huch A, Eichhorn K-H, Danko J, Lauener P-A, Huch R. Recombinant Human Erythropoietin in The Treatment of Postpartum Anemia. Obstetrics&Gynecologic. 1992 ;80:127-31.
  3. Seid, Derman. Research Revews: Treating Postpartum Anemia with Intravenous Ferric Carboxymaltose. National Anemia Action Council; 2008. Available from: http://www.anemia.org.
  4. Breymann C. The Use of Iron Sucrose Complex for Anemia in Pregnancy and the Postpartum Period. Seminhematol. 2006:28-31.
  5. Women & Anemia: Childbirth and Postpartum Anemia. Available from www.anemia.org

blog comments powered by Disqus
 
Email Print
Banner

Banner

Banner
Follow Us on
Share |