|

Kenny memasuki halaman sekolah barunya. Tapi begitu mendekati pintu kelas, ia mogok dan tak mau masuk.Meski Moms-nya sudah merayu, ia tetap tak mau memasuki ruang kelas. Ruangan kelas barunya memang terlihat sempit dan agak gelap. Orangtuanya sebenarnya menyadari kondisi tersebut, tapi mereka tetap memilih sekolah tersebut karena sekolah itu yang terdekat dari rumah mereka.
Apa yang terjadi pada Kenny mungkin terjadi juga pada anak-anak yang lain. Banyak anak yang mogok dan tidak mau masuk ke kelas pada hari pertama sekolahnya. Seandainya mau masuk, kadang ia memaksa orang tuanya untuk menungguinya. Ketika Moms-nya beranjak meninggalkan kelas, ia akan menangis dan ngambek. Padahal tujuan sekolah sendiri ingin membuat anak mandiri dan bisa bersosialisasi.
Sebenarnya keputusan orang tua Kenny memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggal adalah keputusan yang benar. Menurut website Lembaga Pelayanan Publik Inggris www.directgov.co.uk, pemilihan lokasi sekolah yang dekat dengan tempat tinggal adalah rekomendasi pertama yang mereka sarankan kepada orangtua. Lokasi yang dekat dengan rumah membuat anak tidak lelah dan bosan. Sementara jika lokasi sekolah jauh dari rumah, kemungkinan si kecil bosan dengan perjalanan jauh dan lama dan bisa membuatnya lelah sebelum belajar.
Tapi pemilihan lokasi saja memang tidak cukup. Kualitas sekolah yang baik, secara keseluruhan dan bukan sebatas gedung saja yang bagus, mutlak diperlukan untuk mendukung proses belajar mengajar yang menyenangkan dan efektif. Kualitas pengajar, kurikulum dan sarana penunjang harus memadai dan membuat si kecil senang.
Di Indonesia, memang tidak ada standar baku untuk sebuah bangunan sekolah seperti apa. Tidak seperti di negara maju, misalnya di Eropa, yang segala sesuatunya sudah dibakukan mulai dari luas ruang, kapasitas, hingga pencahayaan dalam ruang. Moms pun harus mengecek sendiri kondisi ruang kelas calon tempat belajar si kecil. Ruang kelas harus memberi rasa nyaman bagi si kecil dan kapasitasnya tidak berlebihan. Kelas dengan beraneka gambar lucu biasanya membuat anak lebih betah.
Sirkulasi cahaya dan udara pun harus baik, agar si kecil bisa nyaman dalam belajar. Pastikan juga di kelas terdapat fasilitas penunjang seperti aneka permainan edukatif bagi para siswa. Jika memang tidak memenuhi standar, meski paling dekat dengan rumah, sebaiknya Moms mencari sekolah lain bagi si kecil.
Moms pun harus mengenali kualitas pengajar dan kurikulum di sekolah tersebut. Cara paling baik untuk mengetahuinya adalah dari orangtua yang sebelumnya sudah menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Dari orangtua tersebut, Moms bisa mengetahui kondisi sebenarnya sekolah tersebut, terutama dari proses belajar mengajarnya apakah berlangsung menyenangkan atau membosankan.
Informasi-informasi di atas sangat penting dimiliki untuk memutuskan apakah sekolah tersebut layak dan bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi si kecil atau tidak.
Selain itu, untuk memastikan anak betah, jangan lupakan juga peran si kecil untuk memilih. Ajak dia untuk menengok calon sekolahnya terlebih dahulu. Biasanya, si kecil akan menjadi “pemilih” yang tepat untuk masa depannya sendiri. Karena itu, jika ia sudah betah, tinggal tugas orangtua untuk makin membantunya memaksimalkan pembelajaran di rumah demi masa depannya.
|